How to Play “Last Man Standing”

 

11

Game Play pada permainan ini cukupĀ sederhana, yaitu siapa yang mengambil terakhir, dialah yang kalah. Dalam permainan ini, pemain dibatasi waktu selama sepuluh detik, jadi pemain di tuntut untukĀ berpikir keras bagaimana agar bisa memenangkan permainan yang sederhana ini. Jadi pemain yang setelah mengambil icon-icon yang tersedia, kemudian sisa satu icon, maka dialah pemenangnya, sedangkan pemain yang mengambil icon tersisa, dialah yang kalah.

HOW TO PLAY

  1. Taking icon that are in wanted, and then matchs it.
  2. Taken by user or computer will clear out one by one, depend on how many number of the icons are taken.
  3. While playing, the icon that we want to take, can be taken in advance by computer.
  4. There is no difference of sign between user or computer
  5. To win the game, user are required to follow these terms.

 

3D Modeling & Rendering

Apa itu pemodelan 3D?

Sebagaimana berlalunya waktu, 3D berkembang pesat. Saat ini kita dapat melakukan hampir semua hal dengannya. 3D banyak digunakan dalam film, game, ilustrasi dan bahkan dalam iklan. Lukisan atau gambar menunjukkan subjek hanya dari satu sudut saja dengan penggunaan cahaya dan warna, tetapi dalam 3D modeling kita harus membuat model dari semua sudut. Itulah sebabnya 3D modeling agak mirip dengan membuat patung. 3D ini juga dekat dengan fotografi karena kita mengatur pencahayaan dan kamera dengan cara yang sama.

The_Jaw_3dmodel__wip_by_k0c0s

Membuat dan menyesuaikan objek dalam 3D

Setiap program 3D menyertakan bentuk sederhana, seperti bola atau kubus. Kebanyakan model didasarkan pada mereka. Seperti yang telah kita sebutkan, 3D seperti mematung: Ini dimulai dengan bentuk yang lebih besar pada awalnya dan kemudian bergerak ke detail yang lebih rinci yang lebih kecil.

Teknik-teknik pemodelan yang paling sering digunakan

Primitive Modelling atau Box Modelling: Seperti namanya kita mulai dengan kubus atau bentuk sederhana lainnya kemudian berangsur-angsur membentuknya dengan mengembangkannya untuk menciptakan model akhir.

Polymodeling: Sebuah model 3D terdiri dari simpul dan poligon. Dimulai dengan satu poligon dan ekstrusi tepi untuk menggerakkan simpul, kita membuat lebih banyak poligon hingga model siap.

Box Modelling dan dan polymodeling adalah teknik pemodelan yang paling sering digunakan.

Spline Modeling: Kita menggambar bentuk 2D dari garis kemudian dikonversi ke poligon dan mengekstrusinya untuk membuat bentuk 3D.

Digital sculpting: Ini adalah teknik yang relatif baru yang digunakan oleh lebih banyak orang saat ini. Metode ini sangat dekat dengan patung tradisional. Program seperti Zbrush dan Mudbox meniru cara kerja dengan tanah liat asli.

Software

Terdapat banyak software 3d dan dari mereka semua memiliki keuntungan tersendiri. Adalah hal yang baik untuk mencoba beberapa dari software-software tersebut dan memutuskan mana yang paling dipahami dan cocok untuk kita. Kita dapat men-download versi percobaan dari website masing-masing software. Ini tergantung kita untuk memilih menggunakan software yang mana, karena kita bisa mendapatkan hasil yang sama dengan hampir semua software yang ada, hanya prosesnya saja yang berbeda.
Yang paling sering digunakan paket 3
D adalah:

  • 3DStudio Max
  • Maya
  • Softimage (Rebel)
  • Cinema 4D
  • Blender

Semua program ini bekerja dengan cara yang sama. Jika kita belajar salah satu dari mereka, maka kita bisa mempelajari yang lain menjadi lebih mudah.

Rendering Engine

scream__by_k0c0s

Ketika kita memiliki suatu model 3D atau adegan yang telah siap, maka selanjutnya kita harus me-render-nya. Rendering sendiri merupakan sebuah proses untuk menghasilkan sebuah citra 2D dari data 3D. Software untuk tujuan itu disebut rendering engine. Program-program tersebut menghitung gambar dengan prosedur yang disebut raytracing.
Kita harus mengatur sifat material untuk objek dalam adegan kita. Misalnya berapa banyak materi yang mencerminkan lingkungan atau seberapa banyak cahaya yang diserap, seberapa banyak cahaya yang terlewati. Bagaimana permukaannya terlihat seperti apa? Apakah itu basah atau kering dan sebagainya. KIta harus mengatur pencahayaan juga. Kita harus memutuskan apa jenis sumber cahaya yang kita inginkan dalam adegan. Ada banyak sumber cahaya mulai dari serumit matahari hingga sesederhana bola lampu. Kita harus mengatur jenis bayangan yang diinginkan dari lampu ini, seberapa keras atau lembut kita ingin bayangan itu tampak. Jika kita ingin membuat gambar yang realistis, kita harus belajar mengenai lingkungan, lampu dan bahan sehingga dapat mereproduksi mereka di 3D.
Kecepatan dan kompleksitas dari rendering engine berbeda, tetapi mereka bekerja pada prinsip serupa. Bagian yang paling sulit dari render adalah bahwa kita harus membuat gambar setiap kali jika kita membuat perubahan untuk melihat efek perubahan tersebut. Ini dapat memakan waktu. Itu sebabnya rendering engine real-time sedang dikembangkan sekarang. Engine ini tidak menggunakan prosesor tetapi kartu grafis untuk menghitung gambar sehingga kita dapat melihat perubahan real time.

Ada banyak rendering engine, berikut ini adalah yang paling umum:

  • Mental Ray (terintegrasi di versi baru 3Dmax dan Maya)
  • Vray
  • RenderMan (dikembangkan oleh Pixar dan digunakan dalam banyak film)
  • Maxwell render
  • Finalrender